Sebuah band yang cukup ramai diperbincangkan massa saat ini, digawangi oleh Ken Jenie dan Mar Galo, pemuda pemudi asal Indonesia yang berbasis di New York kembali mengenalkan nada-nada yang tidak biasa seperti mentahan materi ditengah hingar-bingarnya permusikan Indonesia yang makin berjaya. Sebuah track berjudul "Alexander" membuka perjalanan ke habitat Jirapah, dibuka dengan permainan gitar disambung dengan suara kecrekan yang mendominasi dari awal hingga akhir, pertengahan menit ke-2 sayatan-sayatan gitar menggema di ruangan dan sesekali distorsi kotor juga terkeluarkan. Bertanya-tanya pada lagu "Clouds" yang terdengar monoton seperti mencari ruang gerak kesana-kemari. Berlanjut ke lagu "Soft Hands" beat-beat yang ceria mulai keluar dari persembunyiannya disertai suara-suara yang mengawang. Pembukaan enerjik tepat ditujukan pada lagu "I Too Was A Teenager" dibarengi dengan riff-riff gitar dan gebukan drum yang cocok untuk hingar bingar di sebuah pub. Beralih ke "Foxes" entah mengapa langsung teringat The Black Keys jika mendengarnya, di menit ke tiga dikejutkan dengan riff-riff gitar yang lumayan menohok. Jika diibaratkan film, "Crime" saya rasa cocok untuk dijadikan backsound ketika berkelana dan saya sangat suka part sang vokalis melantunkan kalimat "to be alone...." dan bagian akhir yang ditutup dengan distorsi kasar. Berbeda lagi dengan lagu "Muto", "Buried", dan "Saturdays" yang mengajak bersantai sejenak dengan low tempo yang pas, cocok untuk menemani tidur siang. Sekilas terdengar memang lagu-lagu mereka sederhana seperti masih mentahan, namun kuping menerimanya dengan bahagia karena memang terdengar apik, apalagi untuk anda yang suka dengan musik mainstream.
Showing posts with label experimental. Show all posts
Showing posts with label experimental. Show all posts
Thursday, 12 May 2011
Sunday, 4 April 2010
L’Alphalpha
Experimental meet Ambient meet Visual. Terinspirasi dari icelandic music, scandinavian tunes, european folk, american pop song, indonesian myth song, and nursery-rhyme. Bagaimana jadinya musik mereka? Silakan cek myspace mereka, anda akan tebuai dalam alunan melodi yang mereka ciptakan. High tempo yang membuat anda diajak terbang ke angkasa tiba-tiba dijatuhkan dengan pelan oleh mereka lewat down tempo-nya. Backsound gumaman dan resahan seseorang juga turut memeriahkan lagu-lagu mereka. Dengar saja lagu Peace, Completeness, and Welfare, seperti melepas kepenatan dan juga melampiaskan keresahan. Herald Reynaldo, Yudishtira Mahendra, Tercitra Winitya, Ildo Reynardian, Byatriasa Ega, Purusha Irma, Abazhwati, dan Yudhistira Yuhdisirta siap membuai anda dengan lagu mereka yang ciamik.
Saturday, 3 April 2010
Melancholic Bitch
Yosef Herman Susilo (Electric-Acoustic Guitar, Mix-Engineer), Ugoran Prasad (Voice, Lyric), Teguh Hari Prasetya (Bass, Keyboard), Yennu Ariendra (Electric Guitar, Synth, Laptop), Septian Dwirima (Percussion, Laptop); Collaborating Artist for BJS: The Wiryo Pierna Haris (guitar), Richardus Ardita (bass, voice), and Andy Xeno Aji (graphic, drawing) punya cara tersendiri untuk mengeluarkan uneg-unegnya dalam bentuk lagu yang berisi lirik yang unik. Coba dengar lagu Mars Penyembah Berhala, dibuka dengan sound electric yang agak mencekam, dan coba baca liriknya, waw butuh dibaca berulang kali agar mengerti apa maksudnya dengan reff yang catchy berisikan kalimat "siapa yang membutuhkan imajinasi jika kita sudah punya televisi (semesta pepat pada 14 inci)" disambut backsound orang berbicara layaknya sedang berdemo. Terkadang anda bisa dibawa semangat bersama mereka dan terkadang anda bisa dibawa-bawa mendayu bersama mereka. Seperti lagu My Feeling For You, Departmental Deities and Other Verses, The Streetdan Requiem, Kartu Pos Bergambar Jembatan Golden Gate San Fransisco, vokalnya terdengar seperti orang putus asa yang memilih merenungi nasib di pojokan bar. Di lain sisi, Debu Hologram dan Kita Adalah Batu bisa mengajak kita bersantai saat mendengarnya. Saya memberi 2 jempol untuk band asal Jogja ini. Catchy. Liriknya mantap! Meskipun saya masih penasaran dengan arti yang ada dalam lirik lagu-lagu mereka, tetapi saya berani menjamin pasti artinya sangat bagus. Tidak tahu kenapa ya saat mendengarkan lagu mereka di pikiran saya langsung terbesit Iwan Fals dan Padi. Ada yang berpendapat sama dengan saya?
Monday, 15 February 2010
A Stone A
Read in Indonesian accent “Ah stoon Ah”. The name is taken from the scene of The Rolling Stones fanatic fans’ shout, in freestyle translation A stone A means “play the Stones dude!” or “you like the Stones dude” or “you’re stoned dude!”
Begitulah asal muasal band rock, experimental, punk asal Bandung ini menamai band mereka A Stone A. Beranggotakan Muhammad Akbar (vocal), Andry Mochammad (guitar, miscellanous things), Mufti “Amenk” Priyanka (bass), Erwin Windhu Pranata (drums). Terinfluence dari band macam The Velvet Underground, Bauhaus, Black Sabbath, Joy Division mereka mampu membangkitkan rasa semangat sekaligus rasa ingin nge-band saat mendengarkan lagu mereka, apalagi saat mendengarkan Burn The Lung gabungan vokal-gitar-bass-drum yang kasar rasanya pengen gila-gilaan bersama kawan sejawat.
Friday, 27 November 2009
Disconnected
Cukup kaget mendengar lagu mereka 'Cellphone' karena sebelumnya saya melihat genre mereka poppunk, punk, experimental. Kirain poppunk biasa (you know what I mean lah HAHA) dan ternyata SALAH PEMIRSA! THEY'RE ALL COOL! Bukan poppunk biasa deh kayak......
Cellphone dibuka dengan petikan gitar yang manis dan suara vokal yang apik. Entah kenapa saat dengar lagu ini saya ingat Simple Plan haha. Demoscratos wuish mulai gahar nih disambut sama raungan gitar dan hentakan drum yang mantap sekali dan suara vokal yang akhirnya terlepaskan juga di lagu ini, like this lah kalo kata facebook. Inside Out, duh selalu disambut hal yang tidak terduga, yah dibuka dengan suara elektro hasil synth, lagu ini kalem dari lagu sebelumnya tapi tetap deh, tetap poppunk (tetap semangat!), but saya nggak terlalu suka sama suara backing vokalnya dan entah kenapa suara drumnya terdengar tidak enak, mungkin karena beberapa faktor yang menyebalkan saat rekaman. Later On Summer, drumnya sik-asik riff gitarnya juga, wah ciamik abis lah. And the last, Jerusallem, seperti 2 lagu sebelumnya dibuka dengan beat-beat elektro dan raungan gitar yang oke sekali dan disini terdengar aura poppunk 'biasa', dibagian reff mereka menambahkan vokal-vokal tambahan yang seru!
Remaja asal Bandung ini sukses membuat saya menyukai musik mereka, permainan Arie (vokal & gitar), Yudha (bass) dan Decil (drum) dan juga mereka menambahkan elemen-elemen synth dari Dea dan gitar + vokal dari PJ. Like their all songs! In love sama raungan-riff-distorsi gitarnya! Ngebayangin nonton mereka live, bakalan asik deh moshingnya, headbangin terus!
Wednesday, 25 November 2009
Others
Sorry for the long-lack update, I think everybody have boring-time on blog, or just me? HA! Nevermind.
Terbang dulu ke Surabaya, kita bisa melihat adanya band bergenre ambient, rock, dan experimental. Yeah, now we talk bout OTHERS. Jika kita membuka myspace mereka, kita bakalan disambut sama lagu "Tokyo Hot", yah lumayanlah buat pemanasan. Meskipun agak bosan sih dengan riff-riff gitarnya, tetapi mulai menit ke-5 wuish bolehlah permainan gitarnya, mantap!
Next, second song, theres "Fire For Freedom" dibuka dengan permainan gitar, bass, dan drum yang halus semakin jauh lagu ini berjalan semakin terdengar keajaiban nada-nada atau melodi-melodi (atau entah apalah itu terserah anda sebut apa) yang mereka ciptakan, awesome.
And the last, I Live At The Messy World. Ya sama sih seperti lagu-lagu sebelumnya, tapi ini lebih kalem dan adem, cocok deh buat nemenin santai-santai bahkan mau tidur.
Erwin (gitar), Gerdi (gitar), Anton (bass) dan Hendro (drum) adalah sekian orang Indonesia yang bisa membuktikan bahwa musik ambient di Indonesia ini nggak perlu ditanyakan lagi kebolehannya, good job guys!
Psssttt, mereka baik loh, kita boleh download secara cuma-cuma lagu mereka! Mau? Langsung ke TKP (myspace maksudnya) gan! HAHAHAHAHA.
Terbang dulu ke Surabaya, kita bisa melihat adanya band bergenre ambient, rock, dan experimental. Yeah, now we talk bout OTHERS. Jika kita membuka myspace mereka, kita bakalan disambut sama lagu "Tokyo Hot", yah lumayanlah buat pemanasan. Meskipun agak bosan sih dengan riff-riff gitarnya, tetapi mulai menit ke-5 wuish bolehlah permainan gitarnya, mantap!
Next, second song, theres "Fire For Freedom" dibuka dengan permainan gitar, bass, dan drum yang halus semakin jauh lagu ini berjalan semakin terdengar keajaiban nada-nada atau melodi-melodi (atau entah apalah itu terserah anda sebut apa) yang mereka ciptakan, awesome.
And the last, I Live At The Messy World. Ya sama sih seperti lagu-lagu sebelumnya, tapi ini lebih kalem dan adem, cocok deh buat nemenin santai-santai bahkan mau tidur.
Erwin (gitar), Gerdi (gitar), Anton (bass) dan Hendro (drum) adalah sekian orang Indonesia yang bisa membuktikan bahwa musik ambient di Indonesia ini nggak perlu ditanyakan lagi kebolehannya, good job guys!
Psssttt, mereka baik loh, kita boleh download secara cuma-cuma lagu mereka! Mau? Langsung ke TKP (myspace maksudnya) gan! HAHAHAHAHA.
Saturday, 22 August 2009
Eveningfall
Memang umumnya band itu terdiri dari vokalis, gitaris, bassis, dan drummer. Tetapi tidak harus 'memakai' vokalis untuk mengambil simpatisan para pendengar musik, seperti band yang saya akan review hari ini, meet my new fav band, Eveningfall. Sebuah band bergenre experimental dan ambient dari Bekasi. Posting-an ini merupakan request dari Toro Elmar, terima kasih ya.
Saat saya membuka myspace mereka, saya langsung disambut dengan lagu "And You'll Than Ask Me For It" sebuah lagu yang menurut saya 'dark' dan keren, kolaborasi permainan Ivan 'Cun' pada drum, Agil pada bass, Nganos pada gitar/keyboard, dan Rama pada gitar ini sangat mempesona, ya silakan bilang saya lebay sampai bilang mempesona, tetapi kenyataan, saya aja tercengang mendengar lagu mereka yang keren, apalagi mereka band Bekasi loh, dari Indonesia. Mendengar lagu ini saya merasa sedang berjalan di sebuah kegelapan mencari sebuah cahaya (melankolis kan gue hahaha).
Dan berlanjut ke lagu "Something About the Balcony," permulaan lagu ini memang dark dan slow seperti lagu And You'll Than Ask Me For It tetapi detik ke-30 langsung disambut gebukan drum yang sederhana tetapi menarik mengajak anda menghentakkan kaki, dengan perpaduan gitar, bass, dan juga keyboard yang sangat sangat keren, dan juga terdapat suara vokal meskipun hanya "ooooo-aaaa-uuuu," membuat lagu ini makin cool hahaha.
Di myspace mereka dituliskan bahwa "Musik Eveningfall sendiri mencoba membawa atmosfer 'hawa' dingin, ditambah nuansa musik eksperimental yang lambat namun memberi klimaks." Yeah lagu-lagu mereka memang memberikan klimaks yang sangat ciamik. "Sekarang Eveningfall sedang merampungkan materi lagu-lagu dan berencana segera menyelesaikan track kami yang baru." Yah saya akan menunggu materi lagu-lagu kalian dan track kalian yang baru, hahaha. Saya sarankan deh buat kalian yang abis baca post-ini langsung buka myspace mereka dan dengarkan lagu mereka semuanya, dan dengerinnya kalo bisa pakai headphone/headset karena akan terasa seberapa amazingnya musik Eveningfall.
Click here for Eveningfall's myspace
Subscribe to:
Posts (Atom)

















