Monday, 22 November 2010

DjakartArtmosphere

DjakartArtmosphere adalah sebuah pertunjukan musik Indonesia yang menggabungkan musisi dari berbagai era yang dibuat oleh G-Production dan diselenggarakan pada tanggal 20 November. Sebut saja musisi musisi lawas macam God Bless, Utha Likumahuwa, Oddie Agam, hingga Sylvia Saartje disatukan dengan musisi yang kini sedang naik daun macam Mocca, Leonardo, Navicula, Gugun and Blues Shelter, Bonita and the Hus Band, hingga The Trees and the Wild dalam satu panggung yang megah. Terlihat Kartika Expo, yang mana merupakan venue DjakartArtmosphere, di jam 5 sore sudah mulai dipadati oleh para orang-orang yang tak sabar melihat kolaborasi berbagai musisi yang menjadi pengisi acara tersebut.

Antrian masuk mulai padat pukul 19:30, bisa dibilang acara ini ngaret. Sekitar jam 7 malam, para penonton baru dipersilakan masuk ke venue, memasuki venue kita disuguhkan pameran foto dari Galeri Jurnalistik Antara yang mengangkat tema Lintas Generasi, Lintas Kreasi. Jam menunjukan pukul 20:00, acara pun dimulai dengan sambutan 2 MC yang bisa dibilang gokil, siapa lagi kalau bukan Duo SS, Soleh Solihun dan Sarah Sechan. Pemilihan MC yang sangat kreatif menurut saya, mereka membawakan acara dengan sangat lihai, selalu terselip jokes yang nggak biasa dan nggak jayus, mereka membawa acara dengan apa adanya, santai, tetapi asik.




Penampilan dibuka oleh aksi trio The Trees and The Wild dengan membawakan lagu hits-nya yaitu Irish Girl, lalu disambung Mocca yang turut memasukkan lagu Lucky Me ke dalam set listnya malam itu. Bonita and the Hus Band menyusul, jujur saya baru tau band ini malam itu juga, dan ternyata... suaranya Bonita sangat wow! Lalu naik ke panggung lah Oddie Agam dengan membawakan lagu-lagunya seperti, Antara Anyer dan Jakarta, Surat Cinta, dan Logika, tentunya Oddie Agam membawakan lagu-lagu tersebut berkolaborasi dengan 3 band sekaligus, Mocca, The Trees and The Wild, dan Bonita and the Hus Band.






Penampilan kedua dilanjutkan dengan new comer yaitu Leonardo. Sebenarnya ,Leonardo sudah cukup lama wara-wiri di dunia musik, ia merupakan drummer dari band Zeke and the Popo. Dalam lagu Blatant seharusnya ada Lani Leyli dari Amazing In Bed yang menemani Leonardo, tetapi malam itu digantikan dengan Mian Tiara. Setelah menyelesaikan lagu Insecure, Utha Likumahuwa bergabung dengan Leonardo membawakan lagu Masih Ada dan beberapa lagu lainnya, terlihat Utha sangat enerjik malam itu. Disela-sela itu Utha Likumahuwa sedikit curhat tentang ia sangat berterima kasih dengan acara ini karena ia masih diberi tempat untuk beraksi, dia berkata bahwa dirinya sudah tidak diterima di televisi, lucu tetapi miris dengarnya. Ia juga bilang bahwa dirinya, Oddie Agam, dan Ahmad Albar juga teman-teman lainnya adalah orang tua yang masih gila.






Berlanjut ke Gugun and Blues Shelter, raungan-raungan gitar dari Gugun sangat memecahkan suasana di venue malam itu, ditambah gebukan yang sangat oke dari Bowie, dan juga gaya pecicilannya sang bassist, Jono. Malam ini mereka berkolaborasi dengan Sylvia Saartje, yang mana ia dibilang lady rocker-nya Indonesia, dan ternyata memang benar, benar-benar rocker sejati tante Sylvia! Suara lengkingan tante Sylvia memeriahkan raungan gitar dari Gugun. Ada sebuah lelucon yang dikeluarkan dari mulut tante Sylvia, saat ingin membawakan lagu Geram, ia berkata gara-gara si bule Jono (bassist) nggak bisa ngomong geram, lagu ini jadi berjudul garam, kontan para penonton tertawa. Terlihat dari mimik muka tante Sylvia yang terlihat antara kagum, bahagia, dan heran bahwa ia masih bisa berbagi panggung dengan anak-anak muda.
















Dan yang paling ditunggu-tunggu saatnya tiba, sekitar pukul 23:30, Navicula naik ke panggung dan membawakan lagu-lagu andalannya seperti Menghitung Mundur dan juga Metropolutan. Suasana makin memanas saat dentuman drum dan suara gahar dari vokalis meneriakkan lirik "Hei! Aku ada di dalam! Kota Metropolutan!" Lalu God Bless pun naik ke panggung dan berkolaborasi dengan Navicula. Lagu Kehidupan, Sesat, dan Rumah Kita pun mengajak para penonton bernyanyi bersama sambil bernostalgia. DjakartArtmosphere ditutup dengan semua para pengisi acara naik ke panggung, bernyanyi bersama, berangkulan bersama. Seperti yang dinyanyikan Ahmad Albar dalam Rumah Kita, ia menyelipkan kalimat "Rumah kita ada di DjakartArtmosphere." Puas, tau, pecah, dan haru bahagia adalah kata-kata yang menggambarkan DjakartArtmosphere tahun ini menurut saya.

(Photos: raraspraw)

2 comments:

Dimas W said...

wih photonya bagus2! :D

revistheman said...

Wow...bravo Gugun!! I still remember when you say " penghianat lu !!"